<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=8956925&amp;blogName=cuap+cuap+semaunya...&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://tempatsampahku.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://tempatsampahku.blogspot.com/&amp;vt=-8626025276951471405" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
 Friday, July 29, 2005 

“pokoknya terserah lu aja deh. Beliin gua lulur yang bisa bikin gua putih, okeh”. Kira-kira begitulah omongan imigran yang satu ini waktu kita lagi kumpul-kumpul istirahat. Temenku yang satu ini rupanya terobsesi untuk punya kulit putih dan mulus ( siapa sih yang engga). Makanya waktu temenku yang satu lagi bilang ada tempat jual lulur yang oke tapi lebih murah plus komplet macemnya, dia langsung pesan ( sekalian pelulurnya ). Tapi dia lupa satu hal (dulupun aku lupa). Warna kulit itu kan turunan. Dipengaruhi genetic dan susah banget (hampir tidak mungkin) buat diubah. Makanya Naomi Campbell, Halle Barry, de el el tetep berkulit gelap, bukan karena mereka nggak punya duit buat beli lulur, tapi karena memang udah takdirnya begitu.
Umumnya hampir semua orang Indonesia memang ingin punya kulit lebih terang. Terlihat dengan jelas dari iklan-iklan produk pemutih kulit yang menjual image kalau kulit putih lah yang cantik. Waktu aku dan temen-temen main ke bali pun, kami bersepuluh jalan-jalan memakai payung yang akhirnya dilihatin sama penduduk setempat. Iyalah, lha wong bule-bule kesana buat njemur badan ngitemin bodi, kita malah ngumpet-ngumpet di balik payung. Akupun dulu dengan bodohnya pernah mencoba suatu produk sampai akhirnya aku tahu kalau produk pemutih itu hampir semua mengandung merkuri yang jelek buat kesehatan ( ingat kasus teluk buyat?). Sekarang aku sudah nggak pengen putih lagi, karena selain kulit coklat itu eksotik ;), katanya kulit berwarna itu lebih jarang kena kanker kulit. Tapi kalo luluran mah kudu teteup jalan, biar nggak dakian :p

posted by Arimbi @ 8:30 PM
 
3 Comments:
Bersyukurlah aku karena punya kulit berwarna yg artinya jauh dari resiko kanker kulit... :D
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous desska @ 11:23 PM  
Kulit gw mah warnanya kayak kacang kulit garuda .. kekkekekee .. gak mo bikin putihh, pucet n kliatan gak sehatt (cieee uda kayak buleh aja nih gayahh) .. Lah iyeee abis laki ayee gak suka kalo gw putih ..

Palagi kalo disini winter wihihh kulit gw brubah dah jadi kacang putih garuda :D
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous Ubikan @ 9:43 PM  
Iyee anak gw putih untung ngikutin babenya :>
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous ubikan @ 2:52 PM  

Post a Comment

<< Home