<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=8956925&amp;blogName=cuap+cuap+semaunya...&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://tempatsampahku.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://tempatsampahku.blogspot.com/&amp;vt=-8626025276951471405" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
 Tuesday, June 06, 2006 
aku tidak punya teman

Sering kali aku bertanya sembari mengeluh pada Tuhan. Kenapa aku dikasih tampak jutek?. Ya, aku memang jutek dan galak, sampai-sampai aku sendiri tidak suka tampangku. Ketika aku diam, orang yang tidak mengenalku dengan mudah akan menyangka kalau aku sedang kesal atau marah. Padahal aku lebih sering diam. Akhirnya aku pun belajar untuk tidak sembarang bercanda dengan orang yang baru aku kenal karena orang bisa saja salah sangka, berhubung muka dan cara bicara ini tidak mendukung. Aku sadar aku bukan orang yang mudah disukai, tidak supel, bukan teman ngobrol yang menyenangkan, nggak bisa basa-basi, jarang memuji, kadang terlalu sensitif dan mungkin nggak punya selera humor yang oke. Boro-boro orang lain, aku pun sering benci sama diri sendiri. Aku bukannya tidak mau berusaha untuk berubah. Aku pernah jatuh ke kondisi dimana aku mau melakukan apapun, dan menerima perlakuan apapun, hanya untuk bisa disukai. Tapi ternyata tidak menjadi diri sendiri itu sungguh melelahkan, dan aku malah semakin tidak menghargai diriku sendiri.
Dengan paket seperti ini, orang yang bisa aku sebut teman hanyalah segelintir saja. Mereka adalah orang-orang yang mau menerimaku apa adanya dengan segala kekuranganku, mereka adalah orang yang belajar untuk tidak berprasangka buruk dan menilai sesuatu dari luarnya saja, dan mereka adalah orang yang sangat sabar dan mau berkorban waktu untuk mengenalku lebih dekat ketika mereka punya pilihan untuk pergi. Hei, tampang jutekku ini ternyata berfungsi menyeleksi orang-orang yang ada di sekitarku. Aku jadi hanya mendapatkan yang terbaik.
Sekarang selain mengeluh ada kalanya aku bersyukur, walaupun hanya sesekali.
Aku memang tidak punya teman, tapi aku punya sahabat.

posted by Arimbi @ 6:49 AM
 
7 Comments:
bukannya kita harus bersukur, dengan semua yang diberikan oleh tuhan
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous hiking @ 2:25 PM  
aku temen apa sahabatmu, hehehe
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous |a @ 1:22 AM  
niot, it's me your best friend, aren't i? kalo iya alhamdulillah...kalo nggak... hiks2...sumpe loooh?!
__________________________________________________________ Comments by : Blogger rissaps @ 3:25 AM  
That's a great story. Waiting for more. »
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous Anonymous @ 7:22 AM  
Enjoyed a lot! » »
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous Anonymous @ 11:38 AM  
You have an outstanding good and well structured site. I enjoyed browsing through it » » »
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous Anonymous @ 7:50 AM  
u just like me..

hope can knowing u better..
__________________________________________________________ Comments by : Anonymous Anonymous @ 9:39 AM  

Post a Comment

<< Home